Selasa, 02 Februari 2010

SOUND CONTROL

LANGKAH-LANGKAH UNTUK MEMBUAT SOUND CONTROL

1. Buka program macromedia flash 8 pilih flash document

2. Buat tiga buah layer yang terdiri dari :
• Layer untuk Action
• Layer untuk Tombol
• Layer untuk background(Circle) seperti pada gambar



3. Buat gambar untuk background dengan menggunakan tool (oval tools) dengan cara klik tool yang diinginkan (oval tool) pada toolbox lalu klik pada layar dan lakukan "drag"

4. Selanjutnya klik layer tombol dan pilih window,pilih command
library lalu klik buttons seperti ini :




5. Setelah tampil jendela buttons Selanjutnya Pilih classic button,lalu pilih playback dan pilih dan drag gel right kelayer tombol untuk tombol "play" seperti ini




6.Dan drag juga gel stop kelayer tombol untuk tombol stop





7. Untuk tombol musik 1 dan seterusnya pilih ovals lalu drag oval buttons orange ke layer tombol

8. Selanjutnya untuk tombol volume pilih knobs & faders pilih dan drag fader-gain ke layer tombol



9. Sedangkan untuk tombol balance pilih dan drag knob pan ke layer tombol



10. Pilih text tool untuk membuat tulisan musik 1 dan seterusnya

11. Langkah selanjutnya mengimpor sound kedalam flash caranya seperti dibawah ini



pilih beberapa lagu yang diinginkan lalu open


12. Setelah lagunya masuk kelibrary maka lakukan klik tombol setelah itu klik kanan pada lagu pilih linkage

13. Setelah jendela linkage properties keluar checklist "Export for action script" dan ini identifier nya sesuai dengan nama tombol untuk memanggilnya lalu klik "OK".

14. Ulangi langkah diatas untuk semua lagu yang ini digunakan
15. Selanjutnya klik kanan pada layer "action" pilih "Actions"



dan tuliskan perintah berikut



16. Sedangkan pada masing-masing tombol klik kanan pilih "Actions" dan tuliskan perintah berikut

musik 1 :




musik 2 :



musik 3:




17. Langkah selanjutnya klik kanan pada tombol "play" pilih "Actions"
dan tuliskan perintah berikut: "on (release) {mySound.start(0,1);}"

18. Langkah selanjutnya klik kanan pada tombol "stop" pilih "Actions"
dan tuliskan perintah berikut: "on (release) {mySound.stop();}"

19. Untuk tombol volume double klik pada tombol klik kanan layer4 pilih "Actions"
dan tuliskan perintah berikut







20. Sedangkan untuk tombol Balance double klik pada tombol tersebut



lalu tuliskan perintah berikut










21. Setelah semua langkah-langkah tersebut selesai lalu jalanka maka akan tampil seperti ini yang mana pada saat kita mengklik tombol musik1 dan seterusnya keluar lagu yang kita masukan pada masing-masing tombol tadi.



FUNGSI DARI MASING-MASING ALGORITMA PROGRAM
DALAM PEMANGGILAN SOUND


Layer Action pada Scene 1:
mySound = new Sound();
Fungsinya : untuk memanggil “file sound yang lain atau sound yang baru “untuk dimasukkan kedalam “mySound”.
Untuk Tombol “Musik 1”
on (release) { mySound.attachSound("musik1");
mySound.stop();
mySound.start(0,1);
}
on (release) { mySound.attachSound("musik1");
Fungsinya : ketika kita mengklik tombol musik 1 maka program akan memanggil file musik 1 yang telah disimpan/yang dilink kan.
mySound.stop();
fungsinya : ketika tombol stop diklik maka lagu akan berhenti.
mySound.start(0,1);
fungsinya : setelah lagu dijalankan maka dapat dimainkan lagi dengan mengklik tombol “start”.
Untuk tombol “Stop “
on (release) {
mySound.stop();}
fungsinya : ketika lagu dimainkan pada saat tombol “stop” diklik maka lagu tersebut akan berhenti.
Untuk Tombol “Play”
on (release) {
mySound.start();}
fungsinya : setelah tombol musik ditekan maka lagu dapat dimainkan lagi dengan mengklik tombol “start”.
Tombol Volume (Layer Action /layer 4 pada tombol Fader-Gain)
top = vol._y;
left = vol._x;
right = vol._x;
bottom = vol._y+100;
level = 100;
//
vol.onPress = function() {
startDrag("vol", false, left, top, right, bottom);
dragging = true;
};
vol.onRelease = function() {
stopDrag();
dragging = false;
};
vol.onReleaseOutside = function() {
dragging = false;
};
//
this.onEnterFrame = function() {
if (dragging) {
level = 100-(vol._y-top);
} else {
if (level>100) {
level = 100;
} else if (level<0)>
level = 0;
} else {
vol._y = -level+100+top;
}
}
_root.mySound.setVolume(level);
fungsinya: ketika lagu dimainkan maka volumenya dapat diatur lewat tombol volume tersebut.
};
Tombol Balance (Layer Action /layer 4 pada knob-pan )
increment = 4;
level = 0;
//
panKnob.onPress = function() {
if (Key.isDown(Key.getCode(18))) {
autoPan = true;
} else {
autoPan = false;
start = _root._xmouse;
newStart = panKnob._rotation;
dragging = true;
}
};
panKnob.onRelease = function() {
dragging = false;
};
panKnob.onReleaseOutside = function() {
dragging = false;
};
//
this.onEnterFrame = function() {
if (dragging) {
pivot = (_root._xmouse-start)*2+newStart;
panKnob._rotation = pivot;
if (pivot<-135) {
panKnob._rotation = -135;
}
if (pivot>135) {
panKnob._rotation = 135;
}
level = Math.round(panKnob._rotation/1.35);
} else {
if (autoPan) {
textInput.value.selectable = false;
level += increment;
if (level>99 || level<-99) {
increment *= -1;
}
} else {
textInput.value.selectable = true;
}
if (level>100) {
level = 100;
} else if (level<-100) {
level = -100;
} else if (level<=100 && level>=-100) {
panKnob._rotation = level*1.35;
}
}
_root.mySound.setPan(level);
Fungsinya : untuk mengatur blancenya apakah outputnya dispeker yang kanan atau kiri atau kedua speker tersebut.
};

Senin, 09 November 2009

Senin, 02 November 2009

Tugas P. Multimedia

  1. langkah-langkah membuat objek berputar dan berpindah tempat
    1. buatlah file baru
    2. gambar sebuah objek pada frame 1
    3. klik kanan pada frame ke 30 dan klik insert keyframe
    4. pindahkan letak objek yang terdapat di frame 30
    5. pada properties ubah opsi rotate menjadi CW
    6. klik Ctrl+enter
  1. langkah-langkah membuat animasi objek berubah bentuk dan warna
    1. buatlah file baru
    2. gambar sebuah objek pada frame 1
    3. buat keyframe baru pada frame 30
    4. hapus gambar pada frame 30
    5. ganti dengan objek baru yang memiliki warna berbeda
    6. klik ctrl+enter
  1. langkah-langkah membuat animasi objek berubah skala dan kemiringan
    1. buat atau import file gambar baru
    2. letakan pada frame 1
    3. buat keyframe baru pada frame 30
    4. ubah skala gambar pada frame 30 dengan menekan tombol Q kemudian ubah skala gambar dan kemiringanya dengan mengubah setiap titik gambar








Selasa, 13 Oktober 2009








BERBAGAI FORMAT GAMBAR ATAU FOTO

A.JPEG(Joint Photographic Expert Group)

JPEG adalah metode standar yang digunakan dalam pengkompresian untuk photograpics images. JPEG singkatan dari Join Photographics Expert Group sebuah kelompok yang membikin standar pengkompresian tersebut. JPEG di buat untuk loosy compression images. Umumnya file file yang berformat JPEG mengunakan extensi .jpeg, .jpg, .jpe, .jfif, jif. Selain itu JPEG juga mampu memberikan warna dengan kedalaman 24 Bits atau setara dengan 16 juta warna. JPEG tidak ditujukan dalam urusan file audio.Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakanoleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baikdigunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.

B. BMP (Bitmap Image)

Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitastingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alphachannel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagaidesktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompresformat file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.

C.GIF

Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.

Format GIF (Graphic Interchange Format) merupakan format file yang paling banyak disarankan dan digunakan. Kelebihan Format ini antara lain adalah :

· ukuran file yang dihasilkan relatif kecil

· mampu menggabungkan beberapa gambar menjadi satu kesatuan dan menampilkannya secara bergantian (animasi)

· warna latar belakang dapat dibuat transparan dan

adanya teknologi interlacing yang akan membuat sebuah file di load secara utuh dengan kualitas yang ditampilkan secara bertahap

D.TIFF(Tagged Image Format File)

Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini jugadapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan SiliconGraphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh parapengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semuaprogram yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.

E.PNG (Portable Network Graphic)

Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakanuntuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkandengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampumenghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.

Format PNG (Portable Network Graphic), Adapun beberapa kelebihan dari format tersebut adalah,
*punya semua kelebihan GIF, kecuali animasi
*fitur Interlacing 2 dimensi yang terbukti lebih baik jika dibandingkan dengan interlacing milik GIF
*tersedianya 2 format file yaitu PNG8 (256 warna) dan PNG24 yang membuat desainer dapat lebih leluasa memilih kualitas gambar dan
*teknik kompresi lossless yang digunakan akan menghasilkan ukuran file yang kecil dengan tidak mengalami penurunan kualitas gambar, bandingkan dengan JPEG yang menggunakan teknik kompresi lossy yang dipastikan akan membuat kualitas gambar menurun.

F. EPS (Encapsuled Postcript)

Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumenantar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetakgambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file inidikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. Kelemahan format file ini adalah tidakmampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakanformat file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpangambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.

G. PCX

Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color

H. PSD (Photoshop Docu

Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali

CONTOH MACAM FORMAT FILE GAMBAR ATAU FOTO

NO

FORMAT FILE

UKURAN FILE

VISUAL

KUALITAS VISUAL

1

JPEG

21.1 KB

Gambar standar

2

Monochrome Bitmap

10 KB

Gambar tidak berwarna(hitam putih)

3

16 Colour Bitmap

37.6 KB

Gambar berefek nois

4

256 Colour Bitmap

76 KB

Gambar agak kabur

5

24 bit Bitmap

225 KB

Gambar cukup bersih

6

GIF

32.7 KB

Gambar berefek nois

7

PNG

184 KB

gambarstandar

8

TIFF

227 Kb

Gambar bersih dan jelas

KESIMPULAN

Pada table di atas format masing masing gambar berbeda beda sesuai kebutuhan kita. Seperti untuk ukuran gambar berkualitas standar banyak orang menggunakan format JPG karna format tersebut kualitas gambar bagus tapi ukuran file standar atau terbilang kecil. Dan adajuga format yang gambarnya bagus tapi ukuran file nya besar seperti format TIFF

Dan ukuran file yang kecil yaitu Monochrom Bitmap yakni 10 KB dan warna gambar yang disimpan dalam format ini tidak sesuai dengan warn aslinya .Dan format file yang memiliki ukuran file yang besar yaitu 24 bit Bitmap.